10 Alasan Anak-anak Benci Belajar di Sekolah

10 Alasan Anak Benci Belajar di Sekolah - Homeschooling Indonesia - gambar

JasonDGreat, Flickr

Anak-anak benci belajar di sekolah. Itu sudah jamak, tetapi mengapa?

1. Ketika mereka ingin mempelajari A, kurikulum memaksa mereka mempelajari B. Duh, nggak minat!

2. Semua minat belajar di luar kurikulum itu hanya hobi yang tidak penting, dan mempelajari hobi tidak boleh berlebihan karena mengganggu pelajaran sekolah.

3. Kalau banyak bertanya (baca: ingin belajar lebih jauh dari lingkup kurikulum), dimarahi.

4. Setelah bosan belajar 7 jam di sekolah, eh pulang ke rumah masih ada PR lagi! Gimana nggak benci?

5. Anehnya ketika sedang asyik-asyiknya belajar A, tiba-tiba harus berhenti karena sudah bel jam pelajaran berikutnya.

6. Pelajaran B, asli membosankan, tetapi anak tidak boleh belajar mata pelajaran lain sampai bel berbunyi. Buang waktu saja! Bosan… Berapa menit lagi ya selesainya?

7. Di kelas, harus duduk diam, mendengarkan, mencatat, lalu setelah menghapal semua data dan fakta, dites, lalu lupa. Di luar sekolah, ilmu itu tidak pernah berguna. Juga tidak pernah keluar dalam percakapan, dengan orang dewasa sekali pun. Lalu belajar apa asyiknya? Apa gunanya?

8. Anak sekolah yang beruntung adalah anak yang kebetulan minatnya sejalan dengan kurikulum. Kebanyakan anak tidak beruntung.

9. Sekarang zaman sudah berubah. Punya ijazah sekolah belum tentu jadi kaya-raya seperti zaman kakek nenek kita. Anak-anak sudah mulai bisa berpikir, buat apa susah-susah belajar hal yang dibenci kalau tidak ada jaminan sukses. Padahal semua orang sukses idola mereka adalah orang-orang yang mengejar minatnya.

10. Manusia terlahir ke dunia dengan nafsu alami memperoleh kebahagiaan dengan cara belajar. Lihat saja bayi dan anak-anak kecil prasekolah, segala hal dicoba dan dipelajari, dan betapa bahagia kelihatannya. Tetapi lalu sekolah mengajarkan pemisahan waktu belajar dan waktu untuk bersenang-senang, seolah-olah itu dua hal yang terpisah. Itulah sebabnya belajar di sekolah itu membosankan.

Pertanyaan:
Sekarang…sebutkan 10 alasan anak-anak benci belajar di sekolah!
Apa?
Males banget?
Kayak di sekolah aja?
Sekarang sudah ingat lagi kan, mengapa kamu benci belajar di sekolah? ;)

5 alasan lagi dari Mbak Riris Mailany:
11. Ga bisa milih guru seenaknya, kalo gurunya ga enak, ya telen aja, ga asik ah :)
12. Ga bisa belajar sambil makan, sambil tiduran apalagi sambil main game :)
13. Harus pakai baju yg itu-itu aja, ga asik ah :)
14. Temennya itu-itu aja, kalo ada temen yg nyebelin, ya telen aja, ga variatif :)
15. Kalo dpt nilai yg kurang, masih harus ikut les ini itu, hih…kapan mainnya donk ? he he

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tentang Andini Rizky

Andini adalah ibu rumah tangga yang pernah menerapkan homeschooling untuk putrinya selama 1,5 tahun setingkat TK. Ia merasa takjub akan hasil yang dicapai putrinya tanpa sekolah selama masa itu, dan berharap suatu hari dapat kembali mempraktikkan homeschooling. Blog ini merupakan salah satu usahanya untuk mencapai harapan itu.
Alasan Homeschooling , , ,

10 comments


  1. Blog HS Indonesia: 10 Alasan Anak-anak Benci Belajar di Sekolah http://goo.gl/fb/IiXYv

  2. Riris

    Sebenernya ada lebih dari 10 alasan mbak, untuk tidak suka sama sekolah :)

  3. Pingback: Tweets that mention 10 Alasan Anak-anak Benci Belajar di Sekolah | HOMESCHOOLING-INDONESIA.COM -- Topsy.com

  4. wahyudi

    Sebenarnya anak2 ku udah mulai terbuka pinginnya Homeschooling, mereka (Ary’ 13th n Zeen 10th) sementara ini tak kasih kebebasan, mau pergi ke sekolah atau tidak (nbolos) it’s ok. Dan tidak terlalu ku forsir dgn PR 2nya.
    Cuman yg menjadi kendala adalah, lingkungan dimana kami sekeluarga berada.(Lingkungan KOLOT) sehingga ada beberapa kendala. Namun anak2 udah ku pesan agar mereka tidak melihat hal2 diluar.
    Selain itu kami juga belum punya SCHEDULE yang dapat membuat mereka beaktifitas. Mungkin ada saran? Trims sblumnya.

    • Saya rasa dengan sikap Pak Wahyudi menyatakan ada cara belajar selain di sekolah itu saja, anak-anak sudah sangat tertolong. Mau HS (homeschooling) atau tidak, tentu saja keputusan ada di tangan Bapak. Lingkungan rasanya tidak akan berubah dalam waktu dekat. Jadi itulah tantangan HS, sekaligus kesempatan untuk belajar tegas, dan belajar berani berbeda.

      Tentang penjadwalan atau sistem HS, itu masing-masing keluarga berbeda. Bisa cari di blog keluarga HS atau buku-buku HS. Sambil jalan biasanya kita menemukan gaya HS kita sendiri. Ada keluarga yang menentukan minimal harus belajar matematika, bahasa, agama, yang lain bebas terserah anaknya, dan orangtua mencarikan bahan dan sarana eksplorasi saja. Karena dalam homeschooling yang belajar itu anaknya sendiri, orangtua memfasilitasi, bukan mengajari dari A sampai Z.

      Kalau sekolah, anak diharapkan menjadi penghapal informasi, sedangkan anak homeschooling itu diharapkan akan mencintai belajar, jadi pembelajar mandiri, anak yang mengenal dirinya sendiri, dan berani berkreativitas. Visinya sudah berbeda, jadi metodenya juga tidak selalu sama persis dengan sekolah.

  5. irma

    mengingatkan diri sendiri jangan sampai mengulangi kesalahan ini

  6. 10 Alasan Anak-anak Benci Belajar di Sekolah http://t.co/N8DWg3b via @andinirizkycom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>