20 Karakteristik ‘Lulusan’ Homeschooling

_coldasyou, Flickr

Dari pengamatan seorang guru sekolah di blog The Innovative Educator tentang lulusan homeschooling yang dijumpainya. Aku membuat beberapa perubahan dalam terjemahan ini berdasarkan diskusi pada komentar blog tersebut.

1. Mereka bahagia.

2. Mereka cinta belajar.

3. Mereka didorong oleh minat.

4. Mereka ingin orang-orang tahu bahwa sekolah bukan tempat terbaik untuk belajar cara bersosialisasi.

5. Mereka memiliki karier yang mereka nikmati.

6. Mereka artistik.

7. Mereka kreatif.

8. Mereka prihatin dan punya ketertarikan pada masalah lingkungan.

9. Mereka berpikir belajar di dunia nyata lebih otentik dan berharga daripada di dunia sekolah.

10. Mereka berasal dari segala ras, bangsa, agama, dan status sosial.

11. Mereka betul-betul mempertimbangkan/berpikir dulu apakah kuliah betul-betul pilihan terbaik untuk mereka, dan bukannya keniscayaan.

12. Mereka tidak kesulitan masuk kuliah, dan banyak yang sudah kuliah sebelum usia 18.

13. Mereka menghargai beberapa aspek sekolah pada universitas, kalau mereka memutuskan untuk kuliah.

14. Mereka memperjuangkan diri mereka sendiri dan  hak mengatur kurikulum yang bermutu untuk dirinya sendiri di universitas.

15. Mereka secara khusus sangat bermotivasi, bersemangat, dan cerdas, dan senang disebut demikian, tetapi mereka merasa mereka tidak istimewa. Homeschooling/unschooling memberdayakan mereka menjadi seperti itu.

16. Mereka tidak memedulikan anggapan bahwa mereka tidak bisa berfungsi di dunia nyata. Tidak seperti berfungsi di dunia sekolah, belajar di dunia nyata telah mempersiapkan mereka untuk berfungsi di dunia nyata.

17. Mereka tidak mengharapkan belajar hanya dari orangtua, orang dewasa, otoritas, atau guru. Mereka tahu bagaimana secara mandiri mengambil bahan dari banyak sumber daya untuk belajar dan penemuan. Orang dewasa hanyalah satu sumber.

18. Mereka sering membela diri dari kenyataan mereka di-homeschooling-kan, tetapi tahu bahwa kalau kamu tahu yang sebenarnya, kamu akan iri.

19. Mereka suka bertualang. Bagi sebagian, itu artinya petualangan lokal (dalam satu negara), dan bagi yang lainnya, petualangan dunia (luar negeri).

20. Mereka secara umum bersyukur bahwa mereka homeschooling/unschooling.

Catatan Andini: Ini bukan hasil riset, tetapi aku tahu kalau aku homeschooling, aku akan memastikan anak-anakku menjadi seperti ini, dan dengan jauh lebih mudah daripada kalau anak-anakku sekolah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tentang Andini Rizky

Andini adalah ibu rumah tangga yang pernah menerapkan homeschooling untuk putrinya selama 1,5 tahun setingkat TK. Ia merasa takjub akan hasil yang dicapai putrinya tanpa sekolah selama masa itu, dan berharap suatu hari dapat kembali mempraktikkan homeschooling. Blog ini merupakan salah satu usahanya untuk mencapai harapan itu.
Kliping Berita Homeschooling , , , ,

9 comments


  1. Bagus banget mbak…^_*

    Point 15, 18 dan 19 paling kusuka.

  2. novianti (umminya syamil & nisrina)

    bagus, kebetulan beberapa bintang HS nya adalah idola saya, boleh izin copas ya mbak? tks before!!!@@

  3. wah senang sekali saya membaca tulisan ini sebagai “lulusan” homeschooling :) terima kasih buat penulis karena telah menyadarkan kembali karakteristik dan diri saya yang sebenarnya ^^

  4. 20+Karakteristik+%26%238216%3BLulusan%26%238217%3B+Homeschooling http://t.co/Oy8PKhE

  5. olivia

    salam kenal jeng Andini,
    saya seorang ibu yang kini tengah memulai HS bagi anak pertama saya yg kelas 1 SD. Anak saya sempat masuk sekolah formal selama 1 bulan. Tetapi selama itu dia merasa bosan dengan sekolah karena hanya belajar menulis setiap hari dan mengulang-ulang materipelajaran yg sama . Tentu saya maklumi karena di kelas ada 40 siswa yang memiliki kemampuan daya tangkap pelajaran yang berbeda-beda. Sampai suatu hari saat anak saya menunggu jemputan pulang, dia menolong seorang temannya yang dipukuli anak kelas 1 yang lain, lalu anak saya berusaha menolong temannya ini. Tapi dapat ditebak bahwa kemudian anak sayalah yang menjadi korban pemukulan selanjutnya. Banyak anak2 lain yang melihat kejadian itu hanya terdiam tanpa usaha untuk menolong atau melerai selain anak saya. Saat itu sekolah sudah sepi dan pak Satpam sedang tidak ditempat. Ketika esoknya kami melapor kepada Kepala Sekolah dan guru Wali kelas mereka hanya menjanjikan untuk mengusut kasus ini. Sebenarnya kami tidak menuntut sejauh itu, tapi yang kami sesalkan adalah ucapan guru kepd putra kami supaya putra kami tidak perlu menolong temannya itu. WOW!!!! kami sebagai orangtuanya pun tidak pernah menyalahkan anak kami yang sudah berusaha melerai hingga resiko ikut dipukuli.
    Finally anak kamienggan sekolah lagi dan memilih HS dengan saya sebagai ibunya. Dia merasa bebas memilih apa dan bagaimana pelajaran yang ingin dipelajarinya. Dia juga bisa menyampaikan protesnya jika merasa bosan atau jika saya mengulang-ulang pelajaran.
    Demikian sedikit share saya. Sangat menantikan masukan dan saran dari teman2 praktisi HS lainnya. Salam…=)

  6. 20 Karakteristik ‘Lulusan’ Homeschooling http://t.co/x14Wxmk via @andinirizkycom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>